Gangguan Berbicara (Cadel)
Nama : Wiga Rahmayanti
NIM :
A1D117001
E-mail : Wigarahmayanti123@gmail.com
PENGANTAR
Cadel merupakan salah satu bentuk
gangguan berbicara yang dapat dialami oleh beberapa orang. Cadel merupakan
ketidakmampuan seseorang dalam melafalkan huruf “R”. gangguan berbicara ini
biasanya ditemukan pada anak usia balita (dibawah usia 5 tahun). Cadel yang
dialami oleh orang dewasa biasanya disebabkan oleh pengaruh lingkungan seperti
psikoedukatiff dan psikokultural, atau dapat pula disebabkan oleh faktor peyakit
seperti down synsrom, stroke, atau penyakit lainnya yang berhubungan dengan
saraf. Orang yang cadel akan mengalami kesulitan menyebutkan huruf “R”, kata-kata
yang mengandung huruf “R” yang mereka ucapkan sekilas akan kedengaran seperti
ucapan seorang anak usia balita. Huruf “R” ini dihasilkan dari bunyi bahasa
yang menggunakan ujung lidah dan gusi, ujung lidah berfungsi sebagai
articulator aktif yag menyebabkan proses mengetar dan gusi sebagai articulator
pasif. Pada umumnya cadel ini tidaklah dianggap suatu penyakit yang serius
karena tidak tergolong jenis penyakit atau gejala penyakit yang akan
menimbulkan komplikasi penyakit (sidabutar, 1986).
PEMBAHASAN
Jurnal
Sainsmat, September 2012, Halaman 156-166 “Analisis Pedigree Cadel” yang merupakan bentuk penelitian Studi Kasus
yang dilakukan di Beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan. Oleh Andi Faridah
Asral Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam,
Universitas Negeri Makassar.
Orang
yang mengalami gangguan berbicara “Cadel” dapat disebabkan oleh :
1.
kesulitan seseorang dalam menghasilkan bunyi bahasa konsonan getar apiko
alveolar, yaitu bunyi bahasa yang menggunakan ujung lidah dan gusi, dimana
ujung lidah berfungsi sebagai articulator aktif yang menyebabkan proses
mengetar dan gusi sebagai articulator pasif,
2.
Pengaruh Lingkungan (Sosio Kultural)
3.
Penderita Down Syndrom, penderita down syndrome mengakibatkan kerja lidahnya
kurang bagus. Down syndrome selain menyebabkan intelegensinya rata-rata minus,
tonus otot lidahnya pun lemah sehigga menyebabkan cadel.
4.
Akibat Strok dan gangguan syaraf lainnya
5.
Gangguan Artikulasi
Menurut
dr.Lily Sidiarto dari bagian Neurologi FKUI-RSCM, Jakarta. Mengatakan bahwa
cadel adalah salah satu bentuk disartri yaitu gangguan artikulasi (pengucapan
kata) yang disebabkan oleh gangguan struktur atau gangguan fungsi dari organ
artikulasi. Cadel dapat disebabkan oleh gangguan struktur atara lain karena
ukuran lidah yang relative pendek atau kelainan pada otot yang terdapat dibawah
lidah. Kelainan kedua otot ini bisa menyebabkan gerakan lidah menjadi kurang
baik
6.
Gangguan fungsi organ artikulasi karena kelainan pada otak, misalnya penderita
celebropalsy (cp), yaitu kelumpuhan syaraf pusat yang menyebabkan kelemahan
7.
pernapasan otot-otot pita suara pernapasan, pita suara dan lidah yang
berhubungan dengan pengucapan kata-kata dalam kalimat yang tersendat-sendat,
kurang jelas dan banyak kata-kata yang ditelan, dapat menyebabkan gerakan lidah
menjadi kurang baik
8.
Faktor keturunan (Silsilah Keluarga)
Jurnal
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol.3, No.2, Maret 2019 “Analisis Gangguan Berbicara Anak Cadel”
oleh Cica Elida Hanum Matondang, Dikbind PPs Universitas Negeri Medan.
Penyebab Berbicara Cadel :
1.
Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan bisa disebabkan
karena kondisi keluarga pada tahap pembelajaran anak berinteraksi berbicara
cadel. Kebiasaan berinteraksi seperti itu yang menjadi kebiasaan
2.
Faktor Psikologis
Faktor Psikologis, banyak yang
mengatakan bahwa kehadiran adik menyebabkan cadel karena kebiasaan meniru.
3.
Faktor Kesehatan
Faktor kesehatan karena gangguan
pada mulut, keterlambatan berbicara dan pendengaran, serta gen yang dapat
menurun pada anak
Penyebab lain anak menjadi cadel :
1.
kurang matangnya koordinasi bibir dan lidah.
Kemampuan mengucapkan kata-kata
vocal, konsonan secara sempurna sangat bergantung pada kematangan sistem saraf
otak, terutama bagian yang mengatur koordinasi motoric otot-otot lidah.
2.
kelainan fisiologis berupa gangguan pada bagian pendengaran, gangguan pada
otak, dan gangguan di wilayah mulut.
3.
faktor lingkungan. Biasanya orang tua yang membiarkan anaknya cadel, bahkan
mengikuti ucapan si anak.
4.
faktor psikologis, mungkin anak yang kekurangan perhatian orang tua karena
kehadiran sang adik menjadi ikut-ikutan gaya bicara adik yang cadel.
Dari
keempat penyebab cadel tersebut, dapat diatasi dengan cara orang tua harus
menuntun anak melafalkan ucapan yang benar, orang tua harus mengajak anak
bicara dengan bahasa yang benar. Jika
penyebab cadel dikarenakan faktor fisiologis maka relative diatasi, tergantung
kategori ringan atau berat. Bila penyebab masuk dalam kategori ringan
penyakitnya maka cadelnya tidak akan menetap, namun jika berat, maka
kemungkinan cadel tersebut akan menetap.
Penyebab lain kesulitan anak dalam
mengucapkan kata-kata dengan jelas :
1.
Penggunaan dot atau empeng
Menggunakan dot terlalu lama bisa
membuat anak mengalami cadel karena lidah anak terdorong ke depan dan berada
diantara giginya. Kondisi demikiann bisa membuat anak tidak jelas ketika
mengucapkan huruf S dan Z.
2.
Tongue Tied
Kondisi ini juga disebut
Ankyloglossia ini merupakan suatu keadaan dimana frenulum lingue, jaringan yang
menempel dibawah lidah sampai kebagian bawah mulut terlalu pendek. Keadaan ini
akan membatasi pergerakan lidah ketika berbicara, dan hal ini biasanya terjadi
sejak bayi lahir atau merupakan bawaan lahir.
3.
Kelainan Fisiologis lain
Cadel juga bisa disebabkan oleh
kelainan fisiologis lain seperti kelainan pendengaran dan gangguan otak, atau
kelainan pembentukan langit-langit mulut.
4,
Lingkungan
Dalam kondisi ini, anak menjadi
cadel bukan karena masalah perkembangan fisiknya, melainkan karena orang tuanya
membiasakan berbicara dengan logat cadel pada sang anak. Sehingga sikecil
menganggap bahwa hal itu adalah cara berbicara yang normal untuk dilakukan.
5.
Psikologis
Faktor psikologis yang dapat
menyebabkan anak cadel, misalnya terlalu dimanja, untuk mencari perhatian
orang-orang disekelilingnya, atau mengikuti tontonan di televise yang dia
lihat, dan lain sebagainya.
Jurnal
penelitian “studi kasus pada anak taman
kanak-kanak yang mengalami hambatan berbicara” oleh Sarifah Aliah, 2013,
Universitas Pendidikan Indonesia.
Cadel dibedakan menjadi 2, yaitu :
1.
cadel karena faktor psikologis
2.
cadel karena faktor neurologis
Cadel
yang disebabkan faktor psikologis, karena kehadiran adik, contohnya untuk
menarik perhatian orang tua, anak akan menunjukkan kemunduran kemampuan bicara
dengan menirukan gaya bicara adik bayinya. Untuk mengatasinya, orang tua harus
menunjukkan bahwa perhatian padanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik.
Selain itu orang tua juga harus terus mengajak anak bicara dengan bahasa yang
benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat. Pada kasus yang
parah, sebaiknya segera bawa anak ke ahlinya agar tergali apa masalah yang
melatarbelakanginya.
Cadel
yang disebabkan oleh faktor neurologis berarti disebabkan oleh adanya gangguan
di pusat bicara. Untuk mengatasinya, anak dengan gangguan ini harus segera
dibawa ke neurology. Pada prinsipnya, gangguan ini masih bisa ditangani. Namun
bila kerusakannya termasuk parah, bukan tidak mungkin akan terbawa sampai
dewasa.
DAFTAR
PUSTAKA
Andi, F.A, 2012,”Analisis
Pedigree (Studi Kasus Beberapa Kabupaten di Sulawasi Selatan)”, Jurusan
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar.
Aliah, S, 2013,”Studi
Kasus Pada AnakTaman Kanak-Kanak Yang Mengalami Hambatan Berbicara”,
Universitas Pendidikan Indonesia
Cica, E.H.M,
2019,”Analisis Gangguan Berbicara Pada Anak Cadel”, Dikbind PPs Universitas
Negeri Medan
Komentar
Posting Komentar