hakikat keterampilan berbahasa (Wiga Rahmayanti_A1D117001)
Keterampilan berbahasa adalah kemampuan menggunakan bahasa yag dapat meliputi mendengar, menyimak, berbicara, membaca dan menulis. keterampilan berbahasa dibagi menjadi dua, yaitu lisan dan tulisan.
keterampilan berbahasa lisan meliputi menyimak dan berbicara, sedangkan keterampilan berbahasa tulis meliputi membaca dan menulis.
keberhasilan suatu proses komunikasi bergantung pada proses encoding dan decoding.
Manfaat keterampilan berbahasa adalah :
kita dapat mengungkapkan pikiran, mengekspresikan perasaan dan dapat melaporkan fakta-fakta yang kita amati serta dapat memahami pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan orang lain kepada kita.
Aspek-aspek keterampilan berbahasa :
1. mendengarkan dan menyimak, merupakan keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat reseptif
2. berbicara, merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat produktif. dalam keterampilan berbicara dikenal tiga situasi berbicara, yaitu interaktif, semi interaktif, dan non interaktif
3. membaca, merupakan jenis keterampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat aktif, reseptif
4. menulis, merupakan keterampilan yang bersifat aktif produktif
Keterikatan antar aspek keterampilan berbahasa
1. hubungan berbicara dengan menyimak
menurut Brooks dalam Tarigan (1994:3), berbicara dan mendengarkan merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang bersifat langsung. ketika seseorang menyimak harus ada bahan yang disimak yaitu pembicaraan, sebaliknya ketika seseorang berbicara, dia sangat mengharapkan ada orang yang akan menyimak
2. hubungan menyimak dengan membaca
mendengarkan dan membaca sama-sama bersifat reseptif. mendengarkan berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktifitas berbahasa ragam tulis. menyimak bersumber dari lisan sedangkan membaca bersumber pada bahasa tulis.
3. hubungan membaca dengan menulis
membaca maupun menulis merupakan aktifitas berbahasa ragam tulis. menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat reseptif. seseorang menulis guna menyampaikan gagasan, perasaan atau informasi dalam bentuk tulisan. sebaliknya, seseorang membaca guna memahami gaagasan, perasaan atau informasi yang di sajikan dalam bentuk tulisan tersebut. keterampilan yang di miliki seseorang akan banyak memberi kontribusi terhadap keterampilan menulisnya
4. hubungan menulis dengan berbicara, kegiatan menulis guna mendukung aktivitas berbicara. Subyakto nababan (1993:153) dan Tarigan (1994:10) menjelaskan bahwa baik berbica maupun menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif.
keterampilan berbahasa lisan meliputi menyimak dan berbicara, sedangkan keterampilan berbahasa tulis meliputi membaca dan menulis.
keberhasilan suatu proses komunikasi bergantung pada proses encoding dan decoding.
Manfaat keterampilan berbahasa adalah :
kita dapat mengungkapkan pikiran, mengekspresikan perasaan dan dapat melaporkan fakta-fakta yang kita amati serta dapat memahami pikiran, perasaan, gagasan, dan fakta yang disampaikan orang lain kepada kita.
Aspek-aspek keterampilan berbahasa :
1. mendengarkan dan menyimak, merupakan keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat reseptif
2. berbicara, merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat produktif. dalam keterampilan berbicara dikenal tiga situasi berbicara, yaitu interaktif, semi interaktif, dan non interaktif
3. membaca, merupakan jenis keterampilan berbahasa ragam tulis yang bersifat aktif, reseptif
4. menulis, merupakan keterampilan yang bersifat aktif produktif
Keterikatan antar aspek keterampilan berbahasa
1. hubungan berbicara dengan menyimak
menurut Brooks dalam Tarigan (1994:3), berbicara dan mendengarkan merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang bersifat langsung. ketika seseorang menyimak harus ada bahan yang disimak yaitu pembicaraan, sebaliknya ketika seseorang berbicara, dia sangat mengharapkan ada orang yang akan menyimak
2. hubungan menyimak dengan membaca
mendengarkan dan membaca sama-sama bersifat reseptif. mendengarkan berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktifitas berbahasa ragam tulis. menyimak bersumber dari lisan sedangkan membaca bersumber pada bahasa tulis.
3. hubungan membaca dengan menulis
membaca maupun menulis merupakan aktifitas berbahasa ragam tulis. menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat reseptif. seseorang menulis guna menyampaikan gagasan, perasaan atau informasi dalam bentuk tulisan. sebaliknya, seseorang membaca guna memahami gaagasan, perasaan atau informasi yang di sajikan dalam bentuk tulisan tersebut. keterampilan yang di miliki seseorang akan banyak memberi kontribusi terhadap keterampilan menulisnya
4. hubungan menulis dengan berbicara, kegiatan menulis guna mendukung aktivitas berbicara. Subyakto nababan (1993:153) dan Tarigan (1994:10) menjelaskan bahwa baik berbica maupun menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif.
Komentar
Posting Komentar