Pengamatan Bahasa Anak
Nama : Wiga Rahmayanti
NIM : A1D117001
E-mail : wigarahmayanti123@gmail.com
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
PENDAHULUAN
Bahasa
merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia, bahasa
berfungsi untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada orang lain serta untuk
memahami perasaan dan fikiran orang lain. Kemampuan berbahasa tidak hanya
diperlukan oleh orang dewasa tetapi juga diperlukan bagi kehidupan anak-anak. Sejak
bayi, bahasa dipelajari melalui interaksi sosial dengan orang lain melalui
kesempatan mendengarkan dan menguji coba suara dan kata. Kecakapan dalam bahasa
pertama adalah prasyarat kecakapan bahasa ke dua (Hakuta, 1986 dalam syaodih,
2003). Anak-anak yang tidak dapat mengembangkan kecakapan bahasa rumah
kemungkinan mengalami kesulitan pada penguasaan kosakata, ingatan-pendengaran,
perbedaan penuasaan, masalah tugas sederhana, dan kemampuan mengikuti sesuai
dengan urutan (Carolyn dan Jessica, 2014). Anak usia 3-6 tahun mengalami fase
peralihan ke masa sosial. Mereka mulai menyadari bahwa lingkungan tidak selalu
sesuai dengan keinginanya sehingga mereka perlu belajar menyesuaikan diri. B.F
Skinner, menekankan bahwa proses pemerolehan bahasa pertama dikendalikan dari
luar diri sang anak yaitu oleh rangsangan yang diberikan melalui lingkungan. Dalam
perkembangan bahasa pada anak terdapat tahapan-tahapan, yaitu tahap
pralinguistik (pralinguistik 1 dan 2) dan tahap linguistic (pengembangan tata
bahasa, dan tata bahasa menjelang dewasa) (Guntur, 1998 dalam susanto,2011:75).
PEMBAHASAN
Nama anak yang diamati :
Bintang Aqila Salsabila
Usia : 5 Tahun
Bahasa adalah alat untuk berfikir,
mengekspresikan diri dan berkomunikasi. Keterampilan bahasa juga penting dalam
rangka pembentukan konsep, informasi, dan pemecahan masalah. Melalui bahasa
kita dapat memahami komunikasi pikiran dan perasaan. (Susanto, 2011:74). Bahasa
dan komunikasi adalah 2 aspek perkembangan yang berperan penting dalam
kehidupan manusia. Bahasa dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kode sosial
yang memiliki sistem yang digunakan dalam berkomunikasi (Jamaris, 2013:113).
Tahapan
perkembangan bahasa anak usia dini adalah :
1. Tahap
1 (pralinguistik), usia 0-1 tahun
2. Tahap
2 (linguistic) :
Ø Tahap
1 (holafrastik) : usia 1 tahun
Ø Tahap
2 (Frasa) : 1-2 tahun
Ø Tahap
3 (pengembangan tata bahasa) : 3,4,5 tahun
Ø Tahap
4 (tata bahasa menjelang dewasa) : 6-8 tahun
Anak
yang saya amati berusia 5 tahun. Berdasarkan tahapan perkembangan bahasa anak
usia dini, maka ia berada pada tahap 2 (linguistic) pada bagian tahap 3
pengembangan tata bahasa. Pada tahap ini anak sudah dapat membuat kalimat. Hal ini
sesuai dengan pengamatan yang saya lakukan. Anak yang saya amati (Aqila) telah
dapat menyusun kata menjadi kalimat, dia telah dapat berkomunikasi dengan baik,
dan ketika diajak berkomunikasi pun dia telah dapat membalasnya dengan kalimat
yang sesuai dengan apa yang dibicarakan begitu juga dengan ekspresinya saat
berkomunikasi, seperti tersenyum, tertawa, cemberut, manja, kesal, dan yang
lainnya.cara bicaranya/ nada bicaranya terkadang halus, manja, dan terkadang
kasar/kuat.
Karakteristik
kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun menurut Jamaris, 2006 dalam susanto,
2011:78 adalah :
1. Sudah
dapat mengucapkan lebih dari 2.500 kosakata
2. Lingkup
kosakata yang dapat diucapkan anak menyangkut warna, ukuran, perbandingan,
jarak, dan permukaan (kasar-halus)
3. Anak
usia 5-6 tahun sudah dapat melakukan peran sebagai pendengar yang baik
4. Dapat
berpartisipasi dalam suatu percakapan. Anak sudah dapat mendengarkan orang lain
berbicara dan menanggapi pembicaraan tersebut
5. Percakapan
yang dilakukan oleh anak 5-6 tahun telah menyangkut berbagai komentarnya terhadap
apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri dan orang lain, serta apa yang
dilihatnya. Anak pada usia 5-6 tahun ini sudah dapat melakukan ekspresi diri,
menulis, membaca, dan bahkan berpuisi
Pada
prinsipnya, perkembangan bahasa anak dapat dilihat dari interaksi dan ekspresi
anak tersebut. Interaksi anak dengan lingkungan disekitarnya dapat membantu
anak memperluas kosakatanya dan memperoleh contoh-contoh dalam menggunakan
kosakata secara tepat. Ekspresi/ mengekspresikan kemampuan bahasa anak dapat
mengungkapkan pikiran dan perasaannya dengan tepat.
Menurut
Depdiknas, 2000, pengembangan bahasa pada anak berfungsi untuk :
1. Berkomunikasi
dengan lingkungan
2. Sebaga
alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak
3. Sebagai
alat untuk mengembangkan ekspresi anak
4. Sebagai
alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran kepada orang lain
Dalam
perkembangan kemampuan berbahasa anak, orang tua, guru, teman, lingkungan
sekitar, dan juga sekolah anak akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan serta
tata bahasa anak. Untuk itu diperlukan interaksi yang baik, cara mengajar serta
cara memberikan pendidikan yang baik pada anak. Karena pada usia dini,
anak-anak akan meniru dan mencontoh perilaku maupun cara berbahasa orang-orang
disekitarnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Childhood,
E.2018.”Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia 5-6 Tahun”.
Palupi,
Y.”Perkembangan Bahasa Pada Anak”.IKIP PGRI Wates.
Rini,
Fadilah, Lukmanulhakim.”Peran Guru Dalam Pengembangan Bahasa Lisan Pada Anak
Usia 5-6 Tahun Di PAUD Kecamatan Belimbing”. PG-PAUD. FKIP. Untan Pontianak.
14 Oktober 2019
Komentar
Posting Komentar